WAHABI SALAFI MENURUT PANDANGAN PARA ULAMA

AL-WAHABIYAH

Sebelum kita berbicara ancaman faham Wahabi kepada Islam, ada baiknya kita simak fatwa ulama tentang WAHABI :

الوهابية هي الفتنة التي حذّر منها الرسول – صلى الله عليه واله وسلم – , فقد أخرج البخاري, الحديث 6565, عن ابن عمر قال : ذكر النبي صلى الله عليه واله وسلم ” اللهم بارك لنا في شأمنا اللهم بارك لنا في يمننا ” قالوا يا رسول الله وفي نجدنا. قال : “اللهم بارك لنا في شأمنا اللهم بارك لنا في يمننا”. قالوا ” يا رسول الله وفي نجدنا فأظنه قال في الثالثة ” هناك الزلازل والفتن وبها يطلع قرن الشيطان ” .

Wahabbi adalah ujian (fitnah) yg dikhawatirkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebuah Hadits ditakhrij oleh Imam Bukhari (6565) dari Ibnu Umar ra. berkata, Nabi berdo’a, “Ya Alloh, berkahilah negeri Syam buat kami dan berkahilah negeri Yaman buat kami, mereka (sahabat) berkata, Ya Rosululloh, dan (do’akan) unt negeri Najd (Arab Saudi) buat kami, Rasul bersabda, “Ya Alloh, berkahilah negeri Syam buat kami dan berkahilah negeri Yaman buat kami, mereka (sahabat) berkata, Ya Rosululloh, dan (do’akan) unt negeri Najd (Arab Saudi) buat kami, Rasul bersabda unt ketiga kalinya, “Disana (Najd) akan terjadi kegoncangan dan munculnya fitnah-fitnah dan disana akan muncul TANDUK SETAN.

DALAM KITAB “ASH-SHOWAIQ AL-ILAHIYAH FI AR-RODD AL-WAHABIYAH” OLEH: SYEIKH SULAIMAN BIN ABDUL WAHHAB [SAUDARA KANDUNG MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB]

قال الشيخ تقي الدين فالمشريق عن مدينته صلى الله عليه وسلم شرقا ومنها خرج مسيلمة الكذاب الذى ادعى النبوة وهو أول حادث حدث بعده واتبعه الخلا ئق وقاتلهم الخليفة الصديق ص: 61

Syeikh Taqiyuddin berkata: Maka yg dimaksud “Al-Masyriq” [sebelah timur] dari Madinah kota Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam adalah arah timur yg darinya keluar Musailamah al-Kadzdzab yg mengaku Nabi. Dia lah awal mulanya firqoh baru setelah wafatnya Rosululloh dan memiliki banyak pengikut yg akhirnya diperangi dan dibunuh oleh Kholifah Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallohu ‘anhu. [Kitab Al-Showa’iq Al-Ilahiyah fi Al-Roddi Al-Wahabiyah/Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab, hal: 61]

أن النبي صلى الله عليه وسلم ذكر [ان الايمان يماني والفتنة تخرج من المشريق] ذكرها مرارا [ومنها] أن النبي صلى الله عليه وسلم داعى للحجاز و اهله مرارا وأبى أن يدعوا لاهل المشريق لما فيهم من الفتن حصوصا نجد [ومنها] ان أول الفتنة وقعت بعده صلى الله عليه وسلم وقعت بأرضنا هذه فنقول هذه الامور التى تجعلون المسلمون الكافرا بل تكفرون من لم يكقره ملأت المكة والمدينة واليمن من سنين متطاولة [بل بلغنا] ان ما فى الارض اكثر من هذه الامور اليمن والحرمين وبلدنا هذه هى أول من ظهر فيها الفتن ولا نعلم فى بلاد المسلمين أكثر من فتنها قديما و حديثا وأنتم الان مذهبكم انه يجب على العامة اتباع مذهبكم وان من تبعه ولم يقدر على اظهاره فى بلده وتكفير أهل بلده وجب عليه الهجرة اليكم وأنكم طائفة المنصورة وهذا خلاف هذا الحديث فأن رسول الله صلى الله عليه وسلم أخبره الله بما هو كائن على أمته الى يوم القيامة. ص: 62

Sesungguhnya Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam menyebutkan [bahwa iman adanya di Yaman dan adanya fitnah keluar dari arah timur [Madinah], Nabi menyebutkanya berkali-kali [dan diantaranya] sesungguhnya Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam memanggil ahli Hejaz berkali-kali, namun mereka [ahli Hejaz] tdk mau dipanggil ahli masyriq [org2 diarah timur Madinah] itu sebagai tempat munculnya fitnah khususnya Najd. [Dan diantaranya] bahwa awal munculnya fitnah setelah Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam wafat adalah dibumi kami ini [Najd], kami [Sulaiman bin Abdul Wahhab-pen] mengatakan tentang masalah ini dimana kamu [Muhammad bin Abdul Wahhab dan pengukutnya-pen] menjadikan org2 muslim menjadi kafir, bahkan kamu menjadikan kafir org yg tdk kafir meluas memenuhi Makkah, Madinah dan Yaman dari beberapa tahun yg panjang. [Tapi kami menyampaikan] sesungguhnya tdk ada dibumi yg lebih banyak muncul ini masalah baik Yaman, Makkah dan Madinah. Dan negeri kami ini [Najd] dia adalah awal munculnya fitnah darinya dan kami tdk mengetahui lebih banyak akan negeri-negeri muslim yg terkena fitnahnya dari awal mula dan sampai yg terkini. Dan kamu [wahabi] mengharuskan madzhab kamu diikuti secara umum, dan apabila orang yg mengikutinya tdk mampu menampakkan di negerinya, kamu kafirkan seluruh penduduknya dan wajib hijrah kpd kamu, karena kamu [mengaku] thoifah al-manshuroh [kelompok yg tertolong]. Dan ini berlawanan dgn hadits Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam. Alloh telah memberitahukan kepada Nabi akan keadaan seluruh umatnya sampai hari kiamat. [Kitab Al-Showa’iq Al-Ilahiyah fi Al-Roddi Al-Wahabiyah/Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab, hal: 62]

Bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda sambil menghadap ke arah timur : “Ketahuilah, sesungguhnya fitnah akan terjadi di sana! Ketahuilah, sesungguhnya
fitnah akan terjadi di sana. Yaitu tempat muncul tanduk setan..

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُشِيرُ إِلَى الْمَشْرِقِ فَقَالَ هَا إِنَّ الْفِتْنَةَ هَا هُنَا إِنَّ الْفِتْنَةَ هَا هُنَا مِنْ حَيْثُ يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ

Telah bercerita kepada kami ‘Abdullah bin Maslamah dari Malik dari ‘Abdullah bin Dinar dari ‘Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhuma berkata; Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menunjuk ke arah timur lalu bersabda: Fitnah itu akan timbul dari sana. Fitnah timbul dari tempat terbitnya tanduk setan.

Al-Allamah Sayyid Alwi bin Ahmad bin Hasan bin Al-Quthub As- Sayyid Abdullah Al- Haddad Ba’ Alawi. Didalam kitabnya “Jalaa’ uzh zhalaam firrarrdil Ladzii adhallal ‘awaam”

Sebuah kitab yg menolak faham wahabi, beliau r a menyebutkan didalam kitabnya sejumlah hadits, diantaranya ialah hadits yang diriwayatkan oleh Abbas bin abdul Muthalib r a sbb :

“Akan keluar di abad ke- 12 H nanti ( Muhammad bin Abdul Wahhab lahir 1115– H / tepat abad 12 H ) dilembah BANI HANIFAH seorang lelaki, tingkahnya seperti pemberontak, senantiasa menjilat ( kepada penguasa Sa’ud ) dan menjatuhkan dalam kesusahan, pada zaman dia hidup banyak kacau-balau , menghalalkan harta manusia, diambil untuk berdagang dan menghalalkan darah manusia, dibunuhnya manusia untuk kesombongan, dan ini adalah fitnah, didalamnya orang- orang yang hina dan rendah menjadi mulia ( yaitu para petualang & penyamun digurun pasir ), hawa nafsu mereka saling berlomba tak ubahnya seperti berlombanya ( ma’ af ) anjing dengan pemiliknya ”

Kemudian didalam kitab tersebut Sayyid Alwi menyebutkan bahwa orang yang tertipu ini tiada lain ialah Muhammad bin Abdul Wahhab dari Tamim. Oleh sebab itu hadits tersebut mengandung suatu pengertian bahwa Ibnu Abdul Wahhab adalah orang yang datang dari ujung Tamim, dialah yang diterangkan hadits Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri r a bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya diujung negeri ini ada kelompok kaum yang membaca Al Qur’an , namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, mereka membunuh pemeluk Islam dan mengundang berhala-berhala, seandainya aku menjumpai mereka tentulah aku akan membunuh mereka seperti dibunuhnya kaum ‘Ad “.

Ada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Bakar ra. didalamnya disebutkan BANI HANIFAH, kaum Musailamah Al-Kadzdzab , Beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya lembah pegunungan mereka senantiasa menjadi lembah fitnah hingga akhir masa dan senantiasa terdapat fitnah dari para pembohong mereka sampai hari kiamat “.

Dalam riwayat lain disebutkan, ”Celaka- lah Yamamah, celaka karena tidak ada pemisah baginya”

Di dalam Kitab Misykatul Mashabih terdapat suatu hadits berbunyi sbb,

”Di akhir zaman nanti akan ada suatu kaum yang akan membicarakan kamu tentang apa- apa yang belum pernah kamu mendengarnya, begitu juga ( belum pernah ) bapak-bapakmu ( mendengarnya ), maka berhati-hatilah jangan sampai menyesatkan dan menfitnahmu “.

Allah Subhanahu wa Ta’ ala telah menurunkan ayat Al-Qur’an berkaitan dengan BANI TAMIM ( Muhammad bin `Abdul Wahab bin Sulaiman bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Rasyid bin Barid bin Muhammad bin al-Masyarif at-Tamimi ) sbb:

إِنَّ الَّذِينَ يُنَادُونَكَ مِن وَرَاء الْحُجُرَاتِ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ ﴿٤

”Sesungguhnya orang- orang yang memanggil kamu dari luar kamar (mu) kebanyakan mereka tidak mengerti “. ( QS . 49 Al-Hujurat : 4 ).

Sayyid Alwi Al-Haddad mengatakan :

“Sebenarnya ayat yang diturunkan dalam kasus BANI HANIFAH dan mencela BANI TAMIM dan WA’IL itu banyak sekali, akan tetapi cukuplah sebagai bukti buat anda bahwa kebanyakan orang-orang Khawarij itu dari mereka, demikian pula Muhammad bin Abdul Wahhab dan tokoh pemecah belah ummat, Abdul Aziz bin Muhammad bin Su’ud adalah dari mereka “.

Al-Allamah Syeikh Thahir Asy-Syafi ‘i, telah menulis kitab menolak faham wahabi ini dengan judul : ” AL- INTISHARU LIL AULIYA’ IL ABRAR “. Dia berkata :

“Mudah-mudahan lantaran kitab ini Allah memberi mafa’at terhadap orang- orang yang hatinya belum kemasukan bid’ah yang datang dari Najed ( faham wahabi / salafi ), adapun orang yang hatinya sudah kemasukan maka tak dapat diharap lagi kebahagiannnya, karena ada sebuah hadits riwayat Bukhari : “Mereka keluar dari agama dan tak akan kembali ”.

Sedang yang dinukil sebagian kecil ulama yang isinya mengatakan bahwa dia (Muhammad bin Abdul Wahhab) adalah semata-mata meluruskan perbuatan orang- orang Najed, berupa anjuran terhadap orang-orang Badui untuk menunaikan shalat jama’ah , meninggalkan perkara- perkara keji dan merampok ditengah jalan, serta menyeru kemurnian tauhid, itu semua adalah tidak benar.

يَخْرُجُ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ رِجَالٌ كَانَ هَذَا مِنْهُمْ هَدْيُهُمْ هَكَذَا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ ثُمَّ لاَ يَرْجِعُونَ فِيهِ سِيمَاهُمُ التَّحْلِيقُ لاَ يَزَالُونَ يَخْرُجُونَ

“Akan keluar dari arah timur orang-orang yang seperti itu penampilan mereka. Dia adalah bagian dari mereka. Mereka membaca al Qur’an namun alQur’an tidaklah melewati tenggorokan mereka. Mereka melesat dari agama sebagaimana anak panah melesat dari binatang sasarannya setelah menembusnya kemudian mereka tidak akan kembali kepada agama. Ciri khas mereka adalah plontos kepala. Mereka akan selalul muncul.” (HR Ahmad no 19798) dinilai shahih li gharihi oleh Syeikh Syu’aib al Arnauth

Dalam kitab “Al-Wahabiyah Fi Al-‘Ara’” hal. 10 dijelaskan sbb:

Terjemahan singkat SCAN KITAB yg berwarna kuning:

Imam besar Ahlussunnah wal Jama’ah Al-Hafizh Abu Al-Hasan Al-Asy’ari berkata dalam kitabnya An-Nawadir, “Siapa yg meyakini bahwa Allah berbentuk, maka dia tidak mengetahui siapa tuhannya dan sesungguhnya dia KAFIR.”

Imam Syafi’i mengatakan dalam kitabnya Al-Ghuniyah, ”…..atau menetapkan bahwa tidaklah Allah terhalang darinya dengan beragam warna, atau menetapkan baginya penyambung dan pemisah, jadilah ia seorang KAFIR.”

Guru dari para guru sufi dan cendikiawan ahli haqiqat dan thariqat Sayid Al-Ahmad Rifa’i Al-Kabir mengatakan dalam kitab Al-Burhan Al-Muayyad, “Kebenaran pengetahuan tentang Allah adalah meyakini keberadaan Allah itu tanpa [gambaran] bagaimana dan [dimana] tempat.

Syeikh Abdul Ghoni At-Tabalisi mengatakan dalam hal. 124 dari kitab Al-Fath Ar-Rabbani, “Barangsiapa menyakini bahwa Allah memenuhi langit dan bumi atau meyakini bahwa Sesungguhnya Allah berbentuk orang yanglagi duduk diatas Al-‘Arsy maka dia telah KAFIR meskipun dia mengaku muslim.”

Dan telah dicapai kesepakatan antara ulama salaf dan ulama khalaf bahwa sesungguhnya barangsiapa yang meyakini sesungguhnya Allah dalam satu arah maka dia telah KAFIR. Sebagaimana ucapan Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Abu Al-Hasan Al-Asy’ari, dan Imam Al-Baqilani. Demikian yang telah disebutkan Mula Ali Al-Qari dalam kitab Syar Al-Misykah juz 3 hal. 300 cetakan Dar Al-Fikr.

Pada hal. 9 kitab Al-Wahabiyah Fi Al-‘Ara’ menjelaskan juga tentang perkataan Imam Sihabuddin Ahmad bin Hajar Al-Haitami mengenahi ucapan 4 Imam Madzhab yaitu Imam Syafi’i, Imam Malik bin Anas, Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Abu Hanifah tentang KEKAFIRAN orang yang mengatakan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala itu berarah dan berbentuk. Ungkapan Ibnu Hajar Al-Haitami ini terdapat dalam kitab Al-Minhaj Al-Qawim dalam muqaddimahnya hal. 224.

Wallahu A’lam bish-Shawab dan semoga bermanfa’at.

 

One response to “WAHABI SALAFI MENURUT PANDANGAN PARA ULAMA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s