JIDAT HITAM BUKAN TANDA KESHALIHAN

Dewasa ini banyak orang mengukur keshalihan seseorang dari ketebalan kapal hitam yang ada dijidatnya, semakin hitam dan tebal jidat seseorang maka semakin dia dianggap sebagai orang yang ahli ibadah dan ahli sujud. Hal ini berdasarkan pemahaman sempit mereka terhadap ayat yang berbunyi :

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ

Yang artinya, “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud” (QS. Al-Fath:29).

Banyak orang yang tidak mengetahui makna ayat ini dengan baik, sehingga mereka menafsirkan ayat di atas dengan pemahaman yang keliru. Dan anehnya pemahaman yang salah itu diklaim sebagai pendapat yang paling benar. Mereka menyangka bahwa maksud dari bekas sujud itu adalah tanda hitam di dahi karena sujud, bahkan ada sebagian dari mereka yang mencemooh seorang ulama’ sholih hanya karena jidatnya tidak hitam maka dianggap ulama yang yang tidak sholih sebab jidatnya seperti kaleng. Padahal bukan demikian yang dimaksudkan dari ayat tersebut. Pakar tafsir Imam At-Thabari meriwayatkan dengan sanad yang hasan dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksudkan dengan ‘tanda mereka…” adalah perilaku yang baik. Dalam sebuah riwayat lain yang beliau nukil juga dengan sanad yang kuat dari Mujahid bahwa yang dimaksudkan bekas sujud adalah kekhusyu’an. Juga diriwayatkan dengan sanad yang hasan dari Qatadah, beliau berkata, “Ciri mereka adalah shalat” (Tafsir Mukhtashar Shahih hal 546).

Sementara itu dalam Sunan Kubro karangan Imam Baihaqi diterangkan

عَنْ سَالِمٍ أَبِى النَّضْرِ قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى ابْنِ عُمَرَ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ قَالَ : مَنْ أَنْتَ؟ قَالَ : أَنَا حَاضِنُكَ فُلاَنٌ. وَرَأَى بَيْنَ عَيْنَيْهِ سَجْدَةً سَوْدَاءَ فَقَالَ : مَا هَذَا الأَثَرُ بَيْنَ عَيْنَيْكَ؟ فَقَدْ صَحِبْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمْ فَهَلْ تَرَى هَا هُنَا مِنْ شَىْءٍ؟

Dari Salim Abu Nadhr, ada seorang yang datang menemui Ibnu Umar. Setelah orang tersebut mengucapkan salam, Ibnu Umar bertanya kepadanya, “Siapakah anda?”. “Aku adalah anak asuhmu”, jawab orang tersebut. Ibnu Umar melihat ada bekas sujud yang berwarna hitam di antara kedua matanya. Beliau berkata kepadanya, “Bekas apa yang ada di antara kedua matamu? Sungguh aku telah lama bershahabat dengan Rasulullah, Abu Bakr, Umar dan Utsman. Apakah kau lihat ada bekas tersebut pada dahiku?” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3698)

Dalam redaksi lain dari Ibnu Umar juga

عَنِ ابْنِ عُمَرَ : أَنَّهُ رَأَى أَثَرًا فَقَالَ : يَا عَبْدَ اللَّهِ إِنَّ صُورَةَ الرَّجُلِ وَجْهُهُ ، فَلاَ تَشِنْ صُورَتَكَ.

Dari Ibnu Umar, beliau melihat ada seorang yang pada dahinya terdapat bekas sujud. Ibnu Umar berkata, “Wahai hamba Allah, sesungguhnya penampilan seseorang itu terletak pada wajahnya. Janganlah kau jelekkan penampilanmu!” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3699).

عَنْ حُمَيْدٍ هُوَ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ : كُنَّا عِنْدَ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ إِذْ جَاءَهُ الزُّبَيْرُ بْنُ سُهَيْلِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ فَقَالَ : قَدْ أَفْسَدَ وَجْهَهُ ، وَاللَّهِ مَا هِىَ سِيمَاءُ ، وَاللَّهِ لَقَدْ صَلَّيْتُ عَلَى وَجْهِى مُذْ كَذَا وَكَذَا ، مَا أَثَّرَ السُّجُودُ فِى وَجْهِى شَيْئًا.

Dari Humaid bin Abdirrahman, aku berada di dekat as Saib bin Yazid ketika seorang yang bernama az Zubair bin Suhail bin Abdirrahman bin Auf datang. Melihat kedatangannya, as Saib berkata, “Sungguh dia telah merusak wajahnya. Demi Allah bekas di dahi itu bukanlah bekas sujud. Demi Allah aku telah shalat dengan menggunakan wajahku ini selama sekian waktu lamanya namun sujud tidaklah memberi bekas sedikitpun pada wajahku” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3701).

عَنْ مَنْصُورٍ قَالَ قُلْتُ لِمُجَاهِدٍ (سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ) أَهُوَ أَثَرُ السُّجُودِ فِى وَجْهِ الإِنْسَانِ؟ فَقَالَ : لاَ إِنَّ أَحَدَهُمْ يَكُونُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مِثْلُ رُكْبَةِ الْعَنْزِ وَهُوَ كَمَا شَاءَ اللَّهُ يَعْنِى مِنَ الشَّرِّ وَلَكِنَّهُ الْخُشُوعُ.

Dari Manshur, Aku bertanya kepada Mujahid tentang maksud dari firman Allah, ‘tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud’ apakah yang dimaksudkan adalah bekas di wajah? Jawaban beliau, “Bukan, bahkan ada orang yang ‘kapal’ yang ada di antara kedua matanya itu bagaikan ‘kapal’ yang ada pada lutut onta namun dia adalah orang bejat. Tanda yang dimaksudkan adalah kekhusyu’an” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3702).

Bahkan Ahmad ash Showi mengatakan, “Bukanlah yang dimaksudkan oleh ayat tersebut adalah sebagaimana perbuatan orang-orang bodoh dan tukang riya’ yaitu tanda hitam yang ada di dahi karena hal itu adalah ciri khas khawarij ” (Hasyiah ash Shawi 4/134, Dar al Fikr). Dari al Azroq bin Qois, Syarik bin Syihab berkata, “Aku berharap bisa bertemu dengan salah seorang shahabat Muhammad yang bisa menceritakan hadits tentang Khawarij kepadaku. Suatu hari aku berjumpa dengan Abu Barzah yang berada bersama satu rombongan para shahabat. Aku berkata kepadanya, “Ceritakanlah kepadaku hadits yang kau dengar dari Rasulullah tentang Khawarij!”. Beliau berkata, “Akan kuceritakan kepada kalian suatu hadits yang didengar sendiri oleh kedua telingaku dan dilihat oleh kedua mataku. Sejumlah uang dinar diserahkan kepada Rasulullah lalu beliau membaginya. Ada seorang yang plontos kepalanya dan ada hitam-hitam bekas sujud di antara kedua matanya. Dia mengenakan dua lembar kain berwarna putih. Dia mendatangi Nabi dari arah sebelah kanan dengan harapan agar Nabi memberikan dinar kepadanya namun beliau tidak memberinya. Dia lantas berkata, “Hai Muhammad hari ini engkau tidak membagi dengan adil”. Mendengar ucapannya, Nabi marah besar. Beliau bersabda, “Demi Allah, setelah aku meninggal dunia kalian tidak akan menemukan orang yang lebih adil dibandingkan diriku”. Demikian beliau ulangi sebanyak tiga kali. Kemudian beliau bersabda,

يَخْرُجُ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ رِجَالٌ كَانَ هَذَا مِنْهُمْ هَدْيُهُمْ هَكَذَا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ ثُمَّ لاَ يَرْجِعُونَ فِيهِ سِيمَاهُمُ التَّحْلِيقُ لاَ يَزَالُونَ يَخْرُجُونَ

“Akan keluar dari arah timur orang-orang yang seperti itu penampilan mereka. Dia adalah bagian dari mereka. Mereka membaca al Qur’an namun alQur’an tidaklah melewati tenggorokan mereka. Mereka melesat dari agama sebagaimana anak panah melesat dari binatang sasarannya setelah menembusnya kemudia mereka tidak akan kembali kepada agama. Ciri khas mereka adalah plontos kepala. Mereka akan selalul muncul” (HR Ahmad no 19798, dengan sanad Hasan). Oleh karena itu, ketika kita sujud hendaknya proporsonal dan sewajarnya saja, yang penting antara lambung dan paha agak renggang serta ketiak sedikit dibuka, jangan terlalu berlebih-lebihan sehingga hampir seperti orang yang telungkup. Tindakan inilah yang sering menjadi sebab timbulnya bekas hitam di dahi, meskipun sebenarnya belum tentu orang tersebut benar-benar ahli sujud.

Jadi, bagi yg JIDAT-nya pada kapalan janganlah merasa paling ‘ABIB dan SHALIH kemudian menyalahkan org lain, boleh jadi ANDA lah KAUM KHAWARIJ MASA KINI. Na’udzubillahi min dzalik. Wallahu a’lam dan smg bermanfa’at. Aamiin

2 responses to “JIDAT HITAM BUKAN TANDA KESHALIHAN

  1. sekedar berbagi saja semoga Allah menjauhkan kita semua dari sifat tinggi hati, riya, suma’ah. Niat ibadah kita tak lain hanya dan untuk Allah saja. Tanda itu datang dari Allah dan hanya Allah yg tahu pastinya maksut juga tujuannya. Tetapi hadits dibawah ini semoga memberi pencerahan

    Abu Hurairah berkata bahwa orang-orang bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita akan melihat Rabb kita pada hari kiamat nanti?” Beliau menjawab: “Apakah kalian dapat membantah (bahwa kalian dapat melihat) bulan pada malam purnama, bila tidak ada awan yang menghalanginya?” Mereka menjawab, “Tidak, wahai Rasulullah.” Beliau bertanya lagi: “Apakah kalian dapat membantah (bahwa kalian dapat melihat) matahari, bila tidak ada awan yg menghalanginya?” Mereka menjawab, “Tidak.” Beliau lantas bersabda: “Sungguh kalian akan dapat melihat-Nya seperti itu juga. Manusia akan dikumpulkan pada hari kiamat, lalu Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman: ‘Barangsiapa menyembah seseuatu, maka ia akan ikut dengannya.’ Maka di antara mereka ada yang mengikuti matahari, di antara mereka ada yg mengikuti bulan dan di antara mereka ada pula yang mengikuti thaghut-thaghut. Maka tinggallah ummat ini, yg diantaranya ada para munafiknya. Maka Allah mendatangi mereka dan lalu berfirman: ‘Aku adalah Rabb kalian.’ Mereka berkata, ‘Inilah tempat kedudukan kami hingga datang Rabb kami. Apabila Rabb kami telah datang pasti kami mengenalnya.’ Maka Allah mendatangi mereka seraya berfirman: ‘Akulah Rabb kalian.’ Allah kemudian memanggil mereka, lalu dibentangkanlah Ash Shirath di atas neraka Jahannam. Dan akulah orang yg pertama berhasil melewatinya di antara para Rasul bersama ummatnya. Pada hari itu tidak ada seorangpun yg dapat berbicara kecuali para Rasul, dan ucapan para Rasul adalah: ‘Ya Allah selamatkanlah, selamatkanlah.’ Dan di dalam Jahannam ada besi yg ujungnya bengkok seperti duri Sa’dan (tumbuhan yg berduri tajam). Pernahkah kalian melihat duri Sa’dan?” Mereka menjawab: “Ya, pernah.” Beliau melanjutkan: “Sungguh dia seperti duri Sa’dan, hanya saja tidak ada yang mengetahui ukuran besarnya duri tersebut kecuali Allah. Duri tersebut akan menusuk-nusuk manusia berdasarkan amal amal mereka. Di antara mereka ada yg dikoyak-koyak hingga binasa disebabkan amalnya, ada pula yg dipotong-potong kemudian selamat melewatinya. Hingga apabila Allah berkehendak memberikan rahmat-Nya bagi siapa yg dikehendaki-Nya dari penghuni neraka, maka Allah memerintahkan Malaikat untuk mengeluarkan siapa saja yg pernah menyembah Allah. Maka para Malikat mengeluarkan mereka, yg mereka dikenal berdasarkan tanda bekas-bekas sujud (atsarus sujud). Dan Allah telah mengharamkan kpd neraka untuk memakan (membakar) atsarus sujud, lalu keluarlah mereka dari neraka. Setiap anak keturunan Adam akan dibakar oleh neraka kecuali mereka yg memiliki atsarus sujud. Maka mereka keluar dalam keadaan sudah hangus terbakar (gosong), lalu mereka disiram dgn air kehidupan kemudian jadilah mereka tumbuh seperti tumbuhnya benih di tepian aliran sungai. Setelah itu selesailah Allah memutuskan perkara di antara hamba-hambaNya. Dan yg tinggal hanyalah seorang yg berada antara surga dan neraka, dan dia adalah orang terakhir yg memasuki surga di antara penghuni neraka yg berhak memasukinya, dia sedang menghadapkan wajahnya ke neraka seraya berkata, ‘Ya Rabb, palingkanlah wajahku dari neraka! Sungguh anginnya neraka telah meracuni aku dan baranya telah memanggang aku.’ Lalu Allah berfirman: ‘Apakah seandainya kamu diberi kesempatan kali yg lain kamu tidak akan meminta yang lain lagi? ‘ Orang itu menjawab: ‘Tidak, demi kemuliaan-Mu, ya Allah! ‘ Maka Allah memberikan kepadanya janji dan ikatan perjanjian sesuai apa yg dikehendati orang tersebut. Kemudian Allah memalingkan wajah orang tersebut dari neraka. Maka ketika wajahnya dihadapkan kepada surga, dia meliahat taman-taman dan keindahan surga lalu terdiam dgn tertegun sesuai apa yg Allah kehendaki. Kemudian orang itu berkata, ‘Ya Rabb, dekatkan aku ke pintu surga! ‘ Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Bukankah kamu telah berjanji dan mengikat perjanjian untuk tidak meminta sesuatu setelah permintaan kamu sebelumnya?” Orang itu menjawab, ‘Ya Rabb, aku tidak mau menjadi ciptaanM-u yg paling celaka.’ Allah kembali bertanya: ‘Apakah kamu bila telah diberikan permintaanmu sekarang ini, nantinya kamu tidak akan meminta yg lain lagi?” Orang itu menjawab, ‘Tidak, demi kemuliaan-Mu. Aku tidak akan meminta yg lain setelah ini.’ Maka Rabbnya memberikan kpdnya janji dan ikatan sesuai apa yg dikehendati orang tersebut. Lalu orang tersebut didekatkan ke pintu surga. Maka manakala orang itu sudah sampai di pintu surga, dia melihat keindahan surga dan taman-taman yg hijau serta kegembiraan yg terdapat didalamnya, orang itu terdiam dgn tertegun sesuai apa yg Allah kehendaki. Kemudian orang itu berkata, ‘Ya Rabb, masukkanlah aku ke surga! ‘ Allah berfirman: ‘Celakalah kamu dari sikap kamu yg tidak menepati janji. Bukankah kamu telah berjanji dan mengikat perjanjian untuk tidak meminta sesuatu setelah kamu diberikan apa yg kamu pinta?” Orang itu berkata, ‘Ya Rabb, janganlah Engkau menjadikan aku ciptaan-Mu yg paling celaka.’ Maka Allah Azza Wa Jalla tertawa mendengarnya. Lalu Allah mengizinkan orang itu memasuki surga. Setelahitu Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Bayangkanlah! ‘ Lalu orang itu membayangkan hingga setelah selesai apa yg ia bayangkan, Allah berfirman kpdnya: ‘Dari sini.’ Dan demikianlah Rabbnya mengingatkan orang tersebut hingga manakala orang tersebut selesai membayangkan, Allah berfirman lagi: “Ini semua untuk kamu dan yang serupa dengannya.” Abu Sa’id Al Khudri berkata kepada Abu Hurairah, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah berfirman: ‘Ini semua untukmu dan sepuluh macam yang serupa dengannya.’ Abu Hurairah berkata, “Aku tidak mengingat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kecuali sabdanya: “Ini semua untuk kamu dan yang serupa dengannya.” Abu Sa’id Al Khudri berkata, “Sungguh aku mendengar Beliau menyebutkan: ‘Ini semua untukmu dan sepuluh macam yang serupa dengannya’.”(HR.Bukhari|Shahih|Kitab:Adzan|No:764)

    Ibnu ‘Abbas berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam diperintahkan untuk melaksanakan sujud dengan tujuh anggota sujud; muka, kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua kaki tidak boleh terhalang oleh rambut atau pakaian.”(HR.Bukhari|Shahih|Kitab:Adzan|No:767)

    dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Kami diperintahkan untuk melaksanakan sujud dengan tujuh tulang (anggota sujud), dan dilarang menahan rambut atau pakaian (sehingga menghalangi anggota sujud).”(HR.Bukhari|Shahih|Kitab:Adzan|No:768)

    Al Bara’ bin ‘Azib -dan dia bukanlah pendusta- bahwa dia berkata, “Kami pernah shalat di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ketika beliau mengucapkan: ‘SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH (Semoga Allah mendengar pujian orang yang memuji-Nya) ‘, tidak seorang pun dari kami yang membungkukkan punggungnya hingga Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam meletakkan keningnya di atas tanah.”(HR.Bukhari|Shahih|Kitab:Adzan|No:769)

    Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhu, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku diperintahkan untuk melaksanakan sujud dengan tujuh tulang (anggota sujud); kening -beliau lantas memberi isyarat dengan tangannya menunjuk hidung- kedua telapak tangan, kedua lutut dan ujung jari dari kedua kaki dan tidak boleh menahan rambut atau pakaian (sehingga menghalangi anggota sujud).”(HR.Bukhari|Shahih|Kitab:Adzan|No:770)

  2. Kitab Mu’jam Ibnul Muqrie, hadits nomor 414

    حدثنا أبو الدحداح أحمد بن محمد بن إسماعيل التميميثنا أبو عامر موسى بن عامر بن خريم ثنا الوليد بن مسلم ، ثنا الأوزاعي ، عن قتادة، عن أنس قال : ذكر رجل عند رسول الله صلى الله عليه وسلم فذكروا من قوته في الجهادوالاجتهاد وفي العبادة فأقبل الرجل ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : والذينفسي بيده ، أتى الذي في وجهه سفعة (1) من الشيطان. ثم أقبل فسلم عليهم ، فقالرسول الله صلى الله عليه وسلم : هل حدثت نفسك حين أشرفت علينا أنه ليس في القومأحد خير منك ؟. قال : نعم ، وذهب فاختط مسجدا ، وصف قدميه ، ثم صلى فقال رسول اللهصلى الله عليه وسلم : أيكم يقوم إليه فيقتله ؟ فذهب أبو بكر فوجده يصلي قال : فهابأن قتله ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم :. أيكم يقوم إليه فيقتله ؟ فقام عمرفقال : أنا أذهب إليه فوجده يصلي ، فصنع مثل ما صنع أبو بكر ثم رجع ، فقال علي :أنا ، فقال : ائته ، إن أدركته فذهب فوجده قد انصرف ، فقال رسول الله صلى اللهعليه وسلم :. إن هذا لأول قرن يخرج من أمتي لو قتله ما اختلف اثنان من أمتي ثم قال:. إن بني إسرائيل افترقت على إحدى وسبعين فرقة ، وإن أمتي ستفترق على اثنتينوسبعين كلها في النار إلا واحدة وهي الجماعة

    (1)سفعة : تغَيُّر إلى السَّواد

    “Diriwayatkan dari Anas: Ada seorang laki-laki yang disebutkan dihadapan Rasulullah perihal kuatnya dalam jihad, ijtihad dan ibadahnya. Kemudianlaki-laki itu datang. Rasulullah bersabda: Demi Dzat yang Aku ada dalamkuasaNya, orang ini telah memiliki tanda hitam (suf’ah) dari syetan diwajahnya. Lelaki itu menghadap lalu mengucap salam. Rasulullah Saw bertanya:Apaka hatimu berkata saat kamu mendatangi kami bahwa tidak ada seorang pun yanglebih baikdari pada kamu?Lelaki itu menjawab: YA. Kemudian iamelangkah ke masjid dan salat. Lalu Rasulullah Saw bersabda: Adakah diantarakalian yang mendatanginya lalu membunuhnya? Berangkatlah Abu Bakar, beliaumenemukan lelaki itu sedang salat maka beliau takut untuk membunuhnya.Rasulullah Saw bersabda lagi: Adakah diantara kalian yang mendatanginya lalumembunuhnya? Berangkatlah Umar, beliau menemukan lelaki itu sedang salat makabeliau takut untuk membunuhnya. Kemudian Ali berkata: Saya. RAsulullahmenjawab: Datangilah orang itu, jika engkau menjumpainya! Ali berangkat namunlelaki itu telah pergi. Rasulullah Saw bersabda:Sesungguhnya orang ini adalah kurun pertama yang keluar dari umatku. Seandainyaia dibunuh maka tidak ada perbedaan diantara 2 orang dari umatku. SesungguhnyaBani Israil terpecah mencari 71 golongan. Dan umatku akan terpecah menjadi 72golongan, semuanya di neraka, kecuali 1, yaitu al-Jamaah”.

    (Hadis ini memiliki banyak jalur riwayat, yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, al-Bazzar, al-Daruquthni. Al Hafidz al-Haitsami menilainya hasan melalui riwayat Abu Ya’laal-Mushili)

    Jelaslah… Ketika seorang terlihat kuat dalam ibadah dan jihadnya hingga tampak tanda hitam di jidatnya NAMUN ia merasa LEBIH BAIK dari muslim lainnya,yang dalam hadits disebutkan lelaki itu merasa lebih baik dari yang lainnya BAHKAN dari Rosulullah dan para sahabatnya , yang demikian tanda hitam dari syetan

    Na’udzu Billahi Min Dzalik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s