FITNAH WAHABI

DISEBUTKAN DALAM “MAKTABAH ASY-SYEIKH SHOLIH ALU ASY-SYAIKH” AL-FATWA BAINA MUTHOBIQOH ASY-SYAR’I WA MASAYIROH AL-HAWA’ (Sholih bin Abdul Aziz Alu Asy-Syaikh)

مكتبة الشيخ صالح أل الشيخ
الفتوى بين مطابقة الشرع ومسايرة الأهواء
صالح بن عبد العزيز آل الشيخ
وقد قال نبينا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فيما رواه البخاري ومسلم وغيرهما من حديث عبد الله بن عمرو بن العاص «إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ هذا الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ صُدُور العُلماء؛ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِمَوْتِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يبْقَ عَالِمٌ اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا» وهذا يعني أنه يجب على طلبة العلم بخاصة وعلى العلماء أيضا أن يبينوا للناس خطر الفتوى.

Dan telah disabdakan oleh Nabi kita Shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yg diriwayatkan oleh al-Bukhori dan Muslim dan lainnya diari hadits Abdulloh bin Umar bin Ash ra. “Sesungguhnya Allah tidak menahan ilmu dari manusia dengan cara merenggut tetapi dengan mewafatkan para ulama sehingga tidak lagi tersisa seorang alim. Dengan demikian orang-orang mengangkat pemimpin-pemimpin yang dungu lalu ditanya dan dia memberi fatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan. “ Dan ini menunjukkan kewajiban menuntut ilmu yg khusus, kepada ulama yg khusus pula untuk memberi penjelasan dan fatwa kpd umat manusia. (Maktabah Asy-Syeikh Sholih Alu Asy-Syeikh)

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta ‘ini halal dan ini karam’, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung,” (QS. An-Nahl: 116).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa diberi fatwa tanpa ilmu maka dosanya adalah atas orang yang memberi fatwa tersebut. Barangsiapa menganjurkan satu perkara kepada saudaranya seagama sementara ia tahu bahwa ada perkara lain yang lebih baik berarti ia telah mengkhianatinya.” (Hasan, HR Bukhari dalam al-Adabul Mufrad [59], Abu Dawud [3657], Ibnu Majah [53], Ahmad [321 dan 365], ad-Darimi [1/57], al-Hakim [1/102-103], al-Khathib al-Baghdadi dalam kitab al-Faqiib wal Mutafaqqih [11/155]). Wallohu A’lam bish-Showab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s