APAKAH MENULIS HADITS RASULULLAH SAW ITU BID’AH ?

 

HADITS LARANGAN MENULIS HADITS

 

حَدَّثَنَا هَدَّابُ بْنُ خَالِدٍ الْأَزْدِيُّ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ   خُدْرِيِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَكْتُبُوا عَنِّي وَمَنْ كَتَبَ عَنِّي غَيْرَ الْقُرْآنِ فَلْيَمْحُهُ وَحَدِّثُوا عَنِّي وَلَا حَرَجَ وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ قَالَ هَمَّامٌ أَحْسِبُهُ قَالَ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

 

Telah menceritakan kepada kami [Haddab bin Khalid Al Azdi] telah menceritakan kepada kami [Hammam] dari [Zaid bin Aslam] dari [Atho` bin Yasar] dari [Abu Sa’id Al Khudri] Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Janganlah kalian menulis dariku, barangsiapa menulis dariku selain al-Qur’an hendaklah dihapus, dan ceritakanlah dariku dan tidak ada dosa. Barangsiapa berdusta atas (nama) ku -Hammam berkata: Aku kira ia (Zaid) berkata: dengan sengaja, maka henkdaklah menyiapkan tempatnya dari neraka.” [Muslim no 5326]

 

حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ أَخْبَرَنَا هَمَّامٌ قَالَ أَخْبَرَنَا زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَكْتُبُوا عَنِّي شَيْئًا فَمَنْ كَتَبَ عَنِّي شَيْئًا فَلْيَمْحُهُ

 

Telah menceritakan kepada kami [Syu’aib bin Harb] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Hammam] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Zaid bin Aslam] dari [‘Atho` bin Yasar] dari [Abu Sa’id] berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian menulis sesuatu pun dariku, maka barangsiapa menulis sesuatu dariku hendaknya ia menghapusnya.” [Musnad Ahmad no 10665]

 

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا هَمَّامُ بْنُ يَحْيَى عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَكْتُبُوا عَنِّي شَيْئًا إِلَّا الْقُرْآنَ فَمَنْ كَتَبَ عَنِّي شَيْئًا غَيْرَ الْقُرْآنِ فَلْيَمْحُهُ

 

Telah menceritakan kepada kami [Yazid] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Hammam bin Yahya] dari [Zaid bin Aslam] dari [‘Atho` bin Yasar] dari [Abu Sa’id Al Khudri] ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian menulis sesuatupun dariku kecuali Al Qu`ran, barangsiapa menulis dariku sesuatu selain Al Qur`an maka hendaknya ia menghapusnya.” [Musnad Ahmad no 10731]

 

حَدَّثَنَا أَبُو عُبَيْدَةَ حَدَّثَنَا هَمَّامُ بْنُ يَحْيَى عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَكْتُبُوا عَنِّي شَيْئًا إِلَّا الْقُرْآنَ فَمَنْ كَتَبَ عَنِّي شَيْئًا فَلْيَمْحُهُ

 

Telah menceritakan kepada kami [Abu Ubaidah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammam bin Yahya] dari [Zaid bin Aslam] dari [‘Atho` bin Yasar] dari [Abu Sa’id] Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian menulis sesuatupun dariku kecuali Al Qur`an, maka barangsiapa menulis sesuatu dariku hendaklah ia menghapusnya.” [Musnad Ahmad no 10916]

 

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ أَخْبَرَنَا زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَكْتُبُوا عَنِّي شَيْئًا غَيْرَ الْقُرْآنِ فَمَنْ كَتَبَ عَنِّي شَيْئًا غَيْرَ الْقُرْآنِ فَلْيَمْحُهُ

 

Telah menceritakan kepada kami [‘Affan] berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammam] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Zaid bin Aslam] dari [‘Atho` bin Yasar] dari [Abu Sa’id Al Khudri] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Janganlah kalian menulis sesuatupun dariku selain Al Qur`an, maka barangsiapa menulis sesuatu dariku selain Al Qur`an hendaknya ia hapus.” [Musnad Ahmad no 11110]

 

أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا هَمَّامٌ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَكْتُبُوا عَنِّي شَيْئًا إِلَّا الْقُرْآنَ فَمَنْ كَتَبَ عَنِّي شَيْئًا غَيْرَ الْقُرْآنِ فَلْيَمْحُهُ

 

Telah mengabarkan kepada kami [Yazid bin Harun] telah mengabarkan kepada kami [Hammam] dari [Zaid bin `Aslam] dari [‘Atha` bin Yasar] dari [Abu Sa’id Al Khudri]: Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Janganlah kalian menulis sesuatu apapun dariku kecuali Al Qur`an, barangsiapa yang menulis sesuatu dariku selain Al Qur`an, hendaklah ia menghapusnya”. [Sunan Darimi no 451]

 

حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ دَخَلَ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ عَلَى مُعَاوِيَةَ فَحَدَّثَهُ حَدِيثًا فَأَمَرَ إِنْسَانًا أَنْ يَكْتُبَ فَقَالَ زَيْدٌ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ نَكْتُبَ شَيْئًا مِنْ حَدِيثِهِ فَمَحَاهُ

 

Telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad] telah menceritakan kepada kami [Katsir bin Zaid] dari [Abdul Muthalib bin Abdullah] berkata, ” [Zaid bin Tsabit] menemui Mu’awiyah dan membacakan sebuah hadits, sementara Mu’awiyah menyuruh manusia untuk menuliskannya. Zaid berkata, ‘Sungguh Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam melarang kami untuk menulis haditsnya’, lalu ia pun menghapus tulisan tersebut.” [Musnad Ahmad no 20597]

 

أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ عَنْ هِشَامٍ قَالَ مَا كَتَبْتُ عَنْ مُحَمَّدٍ إِلَّا حَدِيثَ الْأَعْمَاقِ فَلَمَّا حَفِظْتُهُ مَحَوْتُهُ

 

Telah mengabarkan kepada kami [Sa’id bin ‘Amir] dari [Hisyam] ia berkata: “: Aku tidak menulis dari Muhammad selain hadits yang sangat panjang, dan tatkala aku telah menghafalnya, aku menghapusnya”. [Darimi no 460]

 

أَخْبَرَنَا الْوَلِيدُ بْنُ شُجَاعٍ حَدَّثَنَا الْمُبَارَكُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ كَانَ سُفْيَانُ يَكْتُبُ الْحَدِيثَ بِاللَّيْلِ فِي الْحَائِطِ فَإِذَا أَصْبَحَ نَسَخَهُ ثُمَّ حَكَّهُ

 

Telah mengabarkan kepada kami [Al Walid bin Syuja’] telah menceritakan kepada kami [Al Mubarak bin Sa’id] ia berkata: “Di malam hari, dahulu [Sufyan] menulis hadits di atas dinding, apabila waktu pagi tiba ia menghapusnya, lalu ia ceritakan (hadits tersebut) “. [Darimi no 508]

 

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ أَخْبَرَنَا هَمَّامُ بْنُ يَحْيَى عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَكْتُبُوا عَنِّي شَيْئًا سِوَى الْقُرْآنِ وَمَنْ كَتَبَ شَيْئًا سِوَى الْقُرْآنِ فَلْيَمْحُهُ

 

Telah menceritakan kepada kami [Isma’il] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Hammam bin Yahya] dari [Zaid bin Aslam] dari [‘Atho` bin Yasar] dari [Abu Sa’id] ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian menulis dariku sesuatu selain al qu`ran, maka barangsiapa menulis sesuatu selain al qu`ran hendaklah ia menghapusnya.” [Ahmad no 10663]

 

أَخْبَرَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا الْعَوَّامُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ قَالَ بَلَغَ ابْنَ مَسْعُودٍ أَنَّ عِنْدَ نَاسٍ كِتَابًا يُعْجَبُونَ بِهِ فَلَمْ يَزَلْ بِهِمْ حَتَّى أَتَوْهُ بِهِ فَمَحَاهُ ثُمَّ قَالَ إِنَّمَا هَلَكَ أَهْلُ الْكِتَابِ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ أَقْبَلُوا عَلَى كُتُبِ عُلَمَائِهِمْ وَتَرَكُوا كِتَابَ رَبِّهِمْ

 

Telah mengabarkan kepada kami [Yazid] telah mengabarkan kepada kami [Al ‘Awwam] dari [Ibrahim At Taimi] ia berkata: ” [Telah sampai kabar] kepada [Ibnu Mas’ud] sebagian orang mengagumi sebuah kitab, kondisinya tetap demikian hingga Ibnu Mas’ud mendapati kitab tersebut dan menghapusnya, kemudian ia berkata: ‘Rusaknya Ahlul Kitab (orang-orang Yahudi dan Nashrani) sebelum kalian adalah karena mereka mengagumi kitab-kitab ulama mereka dan mereka tinggalkan kitab Tuhan mereka’ “. [Sunan Darimi no 469]

 

حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ أَخْبَرَنَا أَبُو أَحْمَدَ حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ الْمُطَّلِبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حَنْطَبٍ قَالَ

دَخَلَ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ عَلَى مُعَاوِيَةَ فَسَأَلَهُ عَنْ حَدِيثٍ فَأَمَرَ إِنْسَانًا يَكْتُبُهُ فَقَالَ لَهُ زَيْدٌ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَنَا أَنْ لَا نَكْتُبَ شَيْئًا مِنْ حَدِيثِهِ فَمَحَاهُ

 

Telah menceritakan kepada kami [Nashr bin Ali] telah mengabarkan kepada kami [Abu Ahmad] telah menceritakan kepada kami [Katsir bin Zaid] dari [Al Muththalib bin Abdullah bin Hanthab] ia berkata, ” [Zaid bin Tsabit] datang menemui Mu’awiyah dan bertanya kepadanya tentang suatu hadits, dan ia memerintahkan seseorang agar menulisnya. Zaid lalu berkata kepadanya, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami agar tidak menulis apapun dari hadits beliau.” Maka Mu’awiyah pun menghapusnya kembali.” [Abu daud no 3162]

 

حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ دَخَلَ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ عَلَى مُعَاوِيَةَ فَحَدَّثَهُ حَدِيثًا فَأَمَرَ إِنْسَانًا أَنْ يَكْتُبَ فَقَالَ زَيْدٌ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ نَكْتُبَ شَيْئًا مِنْ حَدِيثِهِ فَمَحَاهُ

 

Telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad] telah menceritakan kepada kami [Katsir bin Zaid] dari [Abdul Muthalib bin Abdullah] berkata, ” [Zaid bin Tsabit] menemui Mu’awiyah dan membacakan sebuah hadits, sementara Mu’awiyah menyuruh manusia untuk menuliskannya. Zaid berkata, ‘Sungguh Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam melarang kami untuk menulis haditsnya’, lalu ia pun menghapus tulisan tersebut.” [Ahmad no 20597]

9 responses to “APAKAH MENULIS HADITS RASULULLAH SAW ITU BID’AH ?

  1. Ping balik: Adakah Sunnah Nabi, yang bersifat Situasional ? « Kanzunqalam's Blog

    • Menulis hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ada hal baru yg tdk pernah dianjurkan oleh beliau ya akhi,diantara Hadits menjelaskan bahwa Nabi memerintahkan untuk TIDAK menulis apa pun darinya kecuali Al-Quran!

      Ditunjukkan di bawah ini dua Hadits tersebut yang diambil dari sumber hadits yang paling dapat diandalkan, yaitu Shahih Muslim dan Is-haah Ahmad Ibn Hanbal:

      (Nabi berkata, “Jangan menulis apapun dariku kecuali Al Qur’an.” [Ahmad, Vol. 1, halaman 171, dan Sahih Muslim]

      Hadits ini menyatakan bahwa Nabi mempertahankan larangannya hingga beliau meninggal. [Ahmed, Vol. 1, hal. 192]

      (1) Ibn Said Al-Khudry melaporkan bahwa Rasul telah berkata,

      “Jangan menulis apapun dariku KECUALI QURAN. Siapa saja yang menulis sesuatu selain Al-Quran harus menghapusnya.”

      Berikut adalah peristiwa sejarah yang terjadi sekitar 30 tahun setelah Nabi Muhammad meninggal yang menunjukkan bahwa Nabi tidak pernah membatalkan perintah untuk tidak menulis dari mulut beliau SELAIN Quran. Namun demikian dalam kitab-kitab hadits terdapat beberapa hadis-hadis palsu yang oleh para ahli Hadis yang sama dianggap sangat lemah, yang mencoba untuk menunjukkan bahwa Muhammad telah mengubah larangannya tentang menulis hadits. Para pembaca hadits semestinya tahu, bahwa kejadian berikut terjadi sekitar 30 tahun setelah Nabi wafat, yang dengan sendirinya akan menyimpulkan bahwa Nabi Muhammad sebenarnya tidak pernah memberikan otorisasi penulisan hadits sejak beliau mengatakan kepada para pengikutnya untuk tidak menulis selain Al-Quran ..

      (2) Dari Ibnu Hanbal;

      Zaid bin Tsabit (yang paling dekat penulis wahyu dengan Nabi) mengunjungi Khalifa Mu’aawiyah (lebih dari 30 tahun setelah wafatnya Nabi), dan menceritakan sebuah kisah tentang Nabi. Mu’aawiyah menyukai cerita tersebut dan memerintahkan seseorang untuk menuliskannya. Tapi kata Zaid. “Rosul Allah memerintahkan kita untuk tidak pernah menulis apapun dari hadis-nya,”

      (3) Buku terkenal, “Ulum Al-Hadits” karangan Ibn al-Salah, melaporkan sebuah hadis dari Abu Hurairah di mana Abu Hurairah mengatakan bahwa Utusan Allah datang kepada kami ketika kami menulis hadis-hadisnya dan berkata; “Apa yang Anda tulis? ” Kami berkata, “Hadis yang kami dengar dari Anda, wahai Utusan Allah.” Dia berkata, “Sebuah kitab selain Kitab Allah?!” Kami berkata, “Haruskah kami menceritakan tentang Anda?” Dia berkata, Ceritakanlah tentang aku, hal itu mungkin akan merupakan kebaikan, tetapi orang-orang yang berbohong akan pergi ke neraka. Abu Hurairah berkata, kami kumpulkan apa yang kami tulis tentang Hadis dan membakarnya kedalam api.

      (4) Dalam buku yang terkenal, “Taq-yeed Al-Ilm oleh Al-Khateeb Al-Baghdady“, Abu Hurairah berkata, utusan Allah diberitahu bahwa ada orang yang menulis hadits. Dia mengambil ke mimbar masjid dan berkata, “Apa ini buku yang saya dengar Anda tulis? Saya hanya seorang manusia. Siapapun yang memiliki tulisan-tulisan ini pun harus bawa kemari. Abu Hurairah berkata bahwa kami mengumpulkan semua ini dan dibakar mereka dalam api.

      (5) Ibn Hanbal dalam kitab Musnad, meriwayatkan sebuah hadis di mana Abdullah bin Umar berkata, “Utusan Allah suatu hari datang kepada kami seolah-olah ia akan segera meninggalkan kami dan berkata,” Ketika saya pergi meninggalkan kamu (mati), berpeganglah pada Kitab Allah, haramkan apa yang diharamkan dan halalkan apa yang halal” Wallahu a’lam

  2. bukan maksud mengoreksi, tapi dalam hal ini kita perlu lihat kembali konteks yang terjadi pada masa rasul, pada waktu nabi melarang penulisan hadist maksud beliau adalah untuk menjaga agar tidak adanya percampuran hadist dengan al-quran karna memang kita ketahui bersama pada masa itu para sahabat difokuskan untuk menulis al-quran.
    terus konteks yang kedua adalah larangan itu datang karena banyak sahabat ummi (tidak bisa baca dan menulis) sehingga nabi menyuruh sahabat meriwayatkan hadist dari ucapan.
    di lain kesempatan nabi juga menyuruh sahabatnya untuk menulis hadist, ketika amr bin ‘ash mendatangi beliau dengan bertanya tentang kebolehan menulis hadist, maka beliau bersabda : uktub, fawaladzi nafsi biyadihi maa kharaja min faamii illal haq.
    kesimpulannya adalah bahwa penulisan hadist pada masa nabi boleh-boleh saja akan tetapi khusus pada orang-orang tertentu yang nabi menganggap sahabatnya itu pandai dalam hal tulis menulis seperti sahabat ‘amr bi ash, Jabir bin Abdullah al-Anshari ra (78 H), Human bin Munabbih (131 H),

    • Assalamu’alaikum akhi fillah, sesuai pemahaman ana bhw selama tdk ada perintah Rasul atau dicontohkan belia maka masuk dalam katagori hal yg baru )bid’ah) meskipun ana meyakini bid’ah hasanah. Jika halitu bukan bukan bid’ah tolong hadirkan hujjah yg antum sebutkan tadi dgn teks arabicnya tentunya, syukron

  3. assalamualaikum
    teman2, kita semua bisa menganggap “itu bid’ah, ini bid’ah”…
    itu semua karena kita belajar ilmu hadits dari para ulama.
    kalau tak ada penulisan hadist oleh ulama,
    kemungkinan besar tak banyak orang yg bisa mengatakan “itu bid’ah, ini bid’ah”,
    lawong kita smw bisa bilang gitu lo, ya belajar dari ilmu hadist.
    kalau tak ada penulisan hadist oleh ulama, kita tidak mengetahui “bid’ah”, dan kita tak bisa berkomentar disini saat ini.. hehe
    jadi, arti bid’ah masih ada makna yg harus digali lagi.

  4. assalamualaikum
    teman2, kita semua bisa menganggap “itu bid’ah, ini bid’ah”…
    itu semua karena kita belajar ilmu hadits dari para ulama.
    kalau tak ada penulisan hadist oleh ulama,
    kemungkinan besar tak banyak orang yg bisa mengatakan “itu bid’ah, ini bid’ah”,
    lawong kita smw bisa bilang gitu lo, ya belajar dari ilmu hadist.
    kalau tak ada penulisan hadist oleh ulama, kita tidak mengetahui “bid’ah”, dan kita tak bisa berkomentar disini saat ini.. hehe
    jadi, arti bid’ah masih ada makna yg harus digali lagi.

  5. Ana sutuju seharusnya hadits tidak perlu ditulis nabi kita lebih faham APA yg terjadi besok setelah Beliau wafat umat terpecah pecah mengkaji had its beliau dengan mata dohir saja akhirnya bertolak belakang dengan all qur’an seandainya para imam dulu tidak menulis maka alquran lebih utama Dari pada hadits yang tertulis, org dholim dan jahula/bodoh mengkaji hadits dengan pemahaman dajjal mata hatinya buta hanya mata dhohirnya saja…haq dianggap buruk dan batil dianggapnya baik. INI semua Sudah terjadi maka al Qur’an aka jadi pedoman kita biar hati damai dengan siapa saja Muslim sebab Muslim itu saudara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s