WAHABI SALAFI ADALAH KHAWARIJ ZAMAN INI

RADD AL-MUKHTAR & HIDAYAH AL-'ARIFIN
Wahai saudaraku Wahabi/salafi pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab…..!

Masihkan kalian membantah dan mengelak jika disebut WAHABI…………. Jika kalian tidak mau disebut wahabi padahal kalian pengukut Muhammad bin Abdul Wahhab berarti kalian MUNAFIK………………… Jangan marah dulu, ada baiknya kalian baca fakta berikut ini:

Dalam Kitab Hasyiah Ibnu ‘Abidin Radd Al-Mukhtar ‘Ala Ad-Durr Al-Mukhtar yg ditahqiq oleh DR. Hisyamuddin bin Muhammad Shalih Furfur Cetakan Darr Ats-Tsaqafah wa At-Turats, Damasy Suriah juz 13 hal. 133, juga terdapat dalam Kitab Hidayah Al-‘Arifin Asma’ Al-Muallifin wa Atsar Al-Mushonnifin karangan Ismail Basya Al-Baghdadi juz 2 hal. 250 dijelaskan bhw paham WAHABI pencetusnya adalah MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB AT-TAMIMI AN-NAJD

Jadi bagi Ikhwan wa Akhwat pengikut paham Muhammad bin Abdul Wahhab janganlah sedih dan berbahagialah jika kalian dipanggil WAHABI atau SALAFI. Lebih jelasnya dlm kitab tersebut tertulis sebagaimana scan kitabnya sbb:

مَطْلَبٌ فِي أَتْبَاعِ عَبْدِ الْوَهَّابِ[2] الْخَوَارِجِ فِي زَمَانِنَا
قَوْلُهُ : وَيُكَفِّرُونَ أَصْحَابَ نَبِيِّنَا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ) عَلِمْت أَنَّ هَذَا غَيْرُ شَرْطٍ فِي مُسَمَّى الْخَوَارِجِ ، بَلْ هُوَ بَيَانٌ لِمَنْ خَرَجُوا عَلَى سَيِّدِنَا عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ ، وَإِلَّا فَيَكْفِي فِيهِمْ اعْتِقَادُهُمْ كُفْرَ مَنْ خَرَجُوا عَلَيْهِ ، كَمَا وَقَعَ فِي زَمَانِنَا فِي أَتْبَاعِ عَبْدِ الْوَهَّابِ الَّذِينَ خَرَجُوا مِنْ نَجْدٍ وَتَغَلَّبُوا عَلَى الْحَرَمَيْنِ وَكَانُوا يَنْتَحِلُونَ مَذْهَبَ الْحَنَابِلَةِ ، لَكِنَّهُمْ اعْتَقَدُوا أَنَّهُمْ هُمْ الْمُسْلِمُونَ وَأَنَّ مَنْ خَالَفَ اعْتِقَادَهُمْ مُشْرِكُونَ ، وَاسْتَبَاحُوا بِذَلِكَ قَتْلَ أَهْلِ السُّنَّةِ وَقَتْلَ عُلَمَائِهِمْ حَتَّى كَسَرَ اللَّهُ تَعَالَى شَوْكَتَهُمْ وَخَرَّبَ بِلَادَهُمْ وَظَفِرَ بِهِمْ عَسَاكِرُ الْمُسْلِمِينَ عَامَ ثَلَاثٍ وَثَلَاثِينَ وَمِائَتَيْنِ وَأَلْفٍ
[2] محمد بن عبدالوهاب بن سليمان التميمي النجد صاحب الدعوة الوهابية فى جزيرة العرب [1206] هجرة [هدية العارفين 2-350, الاعلام 6-257]

Bab: “Yang dimaksud dgn pengikut Abdul Wahhab adalah khawarij di zaman kita ini”

Sabda Rasul (Dan mereka mengkafirkan para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam) kamu mengetahui bahwa bukan dengan syarat ini disebut khawarij, tetapi sebutan itu sebuah pernyataan bagi siapa yg keluar dari sayyidina Ali radhiyallahu ‘anhu, hanya itu maka cukuplah menurut keyakinan mereka sebagai kafir bagi siapa saja yg keluar dari padanya. SEBAGAIMANA APA YG TERJADI DI JAMAN KITA INI BERKENAAN PENGIKUT ABDUL WAHHAB yg muncul dari Najed, mereka menguasai Haramain (Makkah dan Madinah), mereka berpegang pada madzhab Hanabilah (Imam Ahmad bin Hanbal), tetapi mereka berkeyakinan hanya merekalah sebagai MUSLIM sebenarnya, sementara org2 yg berbeda dengan keyakinan mereka adalah MUSYRIK. Maka dari itulah mereka membolehkan MEMBUNUH Ahlussunnah dan MEMBUNUH ulama2 mereka sehingga telah melanggar hukum Allah dan menghancurkan negara mereka serta tentara umat islah terkoyak sebab mereka (khawarij) pada tahun 1233.

[2] Abdul Wahhab : Muhammad bin Abdul Wahhab bin Sulaiman At-Tamimi An-Najd PEMILIK DAKWAH AL-WAHABIYAH di jazirah Arab pada tahun 1206 H.

Bagi kalian setelah melihat fakta ini, masihkah mau mempertahankan akidah SESAT anda, atau kah kembali mengikuti ajaran salafus sholih dgn tdk menyalahkan org lain sementara KESALAHAN ada pada ajaran kalian. Wallahu a’lam bish-Shawab

About these ads

12 responses to “WAHABI SALAFI ADALAH KHAWARIJ ZAMAN INI

  1. blog ini beresiko menyesatkan pembaca awam,,menjadi penganut SALAF itu wajib bagi setiap individu,,agar sunnah rasul saw tidak mati. Namun yang patut kita cermati,,jangan sampai fanatik terhadap IMAM tertentu,,, untuk menjadi SALAF itu gak perlu fanatik pada wahabi,syafi’i,hanbal,maliki,hanafi dan imam imam lainnya. Cukup kita ambil hasil ijtihad yang paling kuat hujjahnya dari imam tersebut,,lalu kita terapkan. Jangan menjadi bodoh karena fanatik,,seperti kebanyakan orang indonesia yang taklid saja pada imam syafi’i dan menganggap aneh suatu sunnah dari mahzab lain.terimakasih.

    • Assalamu’alaikum akhi fillah, artikel yg ana tulis berdasarkan penjelasan kitab yg ana punya berikut scan kitabnya, jika antum kurang sependapat alangkan baiknya jikasecara ilmiah antum sertakan kitab bantahannya sekaligus scan kitabnya biar kelihatan berilmu dan tidak hanya menolak atau mengelak dari kenyataan yg ada, syukron

  2. Saudaraku ingat ketika kita melontarkan tuduhan kepada saudara kita sesama muslim yg belum tentu kebenarannya akan kembali kepada diri kita apalagi beliau adalah seorang ulama yg sudah banyak orang tau keilmuan beliau saya sebagai orang yg awam sangat sedih membaca artikel2 ini sesama muslim saling tuding

    • Assalamu’alaikum akhi fillah, artikel yg ana tulis berdasarkan penjelasan kitab yg ana punya berikut scan kitabnya, jika antum kurang sependapat alangkan baiknya jikasecara ilmiah antum sertakan kitab bantahannya sekaligus scan kitabnya biar kelihatan berilmu dan tidak hanya menolak atau mengelak dari kenyataan yg ada, syukron

  3. smoga tuduhanmu kembali kepada dirimu sendiri. Ingatlah nanti di akhirat kita akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan kita.

      • Bahwa pengertian ilmu itu adalah luas, sesuatu kutipan belumlah cukup untuk kita dapat mengeksekusi kesimpulan yang cenderung mencela, beramalah sebaik mungkin,salafi tidak bermazhab kepada Muhammad Bin Abdul Wahab (baca dan dalami pemahaman kata salaf) sehingga menjadi alasan pengertian anda yang kurang objective saat ini,bahwa pelajarilah secara mendalam karena kita semua tidak sedang hidup dizaman Rasulullah

      • Khawarij merupakan aliran politik yang pertama kali muncul, kemudian menjadi sebuah aliran teologi ketika membahas persoalan kafir yang ditimbulkan oleh dosa besar. Kelompok Khawrij memebentuk barisan sendiri dengan cara memisahkan diri dari barisan Sayyidina Ali Ibn Abi Thalib. Karena tidak menyepakati tahkim.

        Kini konsep dosa besar muncul dari Khawarij, Sayyidina Ali Ibn Abi Thalib dan Mu’awiyah ibn Abi Sofyan dianggapnya sebagai pelaku dosa besar dan darahnya halal. Setelah Khawarij ini kemudian merejalelah di tengah-tengah umat, khawarij berbaju salafi wahabi yang memiliki ciri-ciri dan sifat yang sama dengan khawarij di jaman khalifah Ali bin Abi Thalib ra.

        قال عبد الله بن عباس إنه لما إعتزلت الخوارج دخلوا دارا وهم ستة آلاف. وأجمعوا على أن يخرجوا على علي بن أبي طالب فكان لا يزال يجيء إنسان فيقول يا أمير المؤمنين إن القوم خارجون عليك فيقول دعوهم فإني لا أقاتلهم حتى يقاتلوني وسوف يفعلون فلما كان ذات يوم أتيته صلاة الظهر فقلت له يا أمير المؤمنين أبرد بالصلاة لعلي أدخل على هؤلاء القوم فأكلمهم فقال إني أخاف عليك فقلت كلا وكنت رجلا حسن الخلق لا أؤذي أحدا فأذن لي فلبست حلة من أحسن ما يكون من اليمن وترجلت فدخلت عليهم نصف النهار فدخلت على قوم لم أر قط أشد منهم إجتهادا جباههم قرحة من السجود وأياديهم كأنها ثفن1 الإبل وعليهم قمص مرحضة مشمرين مسهمة وجوههم من السهر فسلمت عليهم فقالوا مرحبا بابن عباس ما جاء بك فقلت أتيتكم من عند المهاجرين والأنصار ومن عند صهر رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وعليهم نزل القرآن وهم أعلم بتأويله منكم فقالت طائفة منهم لا تخاصموا قريشا فإن الله عز وجل يقول: {بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ}

        Ibnu Abbas berkata : Ketika Khawarij memisahkan diri, mereka masuk ke suatu daerah. Ketika itu jumlah mereka enam ribu orang. Mereka semua sepakat untuk memberontak kepada Ali bin Abi Thalib. Dan selalu ada beberapa orang datang kepada Ali sambil berkata : “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya kaum ini ingin memberontak kepadamu.”Maka Ali berkata : “Biarkan mereka, karena aku tidak akan memerangi mereka hingga mereka dulu yang memerangiku dan mereka akan tahu nanti.” Maka suatu hari aku datangi dia (Ali) di waktu shalat Zhuhur dan kukatakan kepadanya : “Wahai Amirul Mukminin, segerakanlah shalat, aku ingin mendatangi mereka dan berdialog dengan mereka.” Maka Ali berkata : “Aku mengkhawatirkan keselamatan dirimu.” Aku katakan : “Jangan takut, aku seorang yang baik akhlak dan tidak menyakiti seseorang pun.” Maka dia akhirnya mengijinkanku. Kemudian aku memakai kain yang bagus buatan Yaman dan bersisir. Kemudian aku datangi mereka di tengah hari. Maka aku memasuki suatu kaum yang belum pernah aku lihat hebatnya mereka dalam beribadah.
        ==========================================
        JIDAT MEREKA MENGHITAM KARENA SUJUD. TANGAN-TANGAN MEREKA KASAR SEPERTI LUTUT ONTA. MEREKA MEMAKAI GAMIS YANG MURAH DAN DALAM KEADAAN TERSINGSING (CINGKRANG). WAJAH MEREKA PUCAT KARENA BANYAK BEGADANG DI WAKTU MALAM.
        ==========================================
        Kemudian aku ucapkan salam kepada mereka. Maka mereka berkata : “Selamat datang Ibnu Abbas, ada apakah?” Maka aku katakan kepada mereka : “Aku datang dari sisi kaum Muhajirin dan Anshar serta dari sisi menantu Nabi. Kepada mereka Al Qur’an turun dan mereka lebih tahu tentang tafsirnya daripada kalian.” Maka sebagian mereka berkata : “Jangan kalian berdebat dengan orang Quraisy karena Allah telah berfirman : “Tapi mereka adalah kaum yang suka berdebat.” (Az Zukhruf : 58)” [Kitab Talbis Iblis karangan Al-Hafizh Imam Jamaluddin Abi Al-Faraj Abdurrahman Ibn Al-Jauzi (Ibnu Jauzi) penerbit Darr Al-Qalam Beirut Libanon tahun 1403 H hal. 88-91] Wallahu a’lam

  4. Mas2 wahabiyun,kan Abuolifa sedang mengutip kitab,jadi bukan menuduh. Yang pinter dikit dong kalau menganalisa pernyataan orang. Kalian malu ya jadi orang wahabi?Ayo dong yang bangga jadi wahabi.
    @Abuolifa,sy dukung terus dakwah antum.

  5. Bener 1000% wahabi = Khawarij. Asli njiplak…. Bahkan sewaktu sayidina ali ra ditanya pasukannya ” ya amirul mukminin, bagaimana kami tahu yang mana Khawarij, sedangkan bahasa kami sama, pakaian kami sama, Dan sholat kami sama?” Syd ali berkata ” di dahi mereka Ada tanda hitam seakan Akan mereka ahli ibadah.”

    Subhanallah…… Tanda jidat item sampai hari ini tetap sama persis….
    Kelakuan sama persis……. Sok sok ngerti Qurannya sama persis……semuanya sama persis alias njiplak !!!

    Benar mereka mengatakan pengikut salaf….yg artinya orang yg terdahulu, tapi yg terdahulu yang dimaksud adalah KHAWARIJ !!!!

  6. [1] Istilah salaf bukanlah suatu yang asing di kalangan para ulama, [2] Keengganan untuk menyandarkan diri pada salaf berarti berlepas diri dari Islam yang benar yang dianut oleh salafush sholih, [3] Kenapa penyandaran kepada berbagai madzhab/paham dan pribadi tertentu seperti Syafi’i (pengikut Imam Syafi’i) dan Asy’ari (pengikut Abul Hasan Al Asy’ari) tidak dipersoalkan?! Padahal itu adalah penyandaran kepada orang yang tidak luput dari kesalahan dan dosa!! [4] Salafi adalah penyandaran kepada kema’shuman secara umum (keterbebasan dari kesalahan) sehingga memuliakan seseorang, [5] Penyandaran kepada salaf bertujuan untuk membedakan dengan kelompok lainnya yang semuanya mengaku bersandar pada Al Qur’an dan As Sunnah, namun tidak mau beragama (bermanhaj) seperti salafush sholih yaitu para sahabat dan pengikutnya. (Lihat Al Manhajus Salafi ‘inda Syaikh al-Albani).
    Orang yang mengikuti jalan hidup Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabatnya (salafush sholih) inilah yang selamat dari neraka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Yahudi telah terpecah menjadi 71 golongan; satu golongan masuk surga, 70 golongan masuk neraka. Nashrani terpecah menjadi 72 golongan; satu golongan masuk surga, 71 golongan masuk neraka. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, umatku akan terpecah menjadi 73 golongan; satu golongan masuk surga dan 72 golongan masuk neraka. Ada sahabat yang bertanya,’Wahai Rasulullah! Siapa mereka yang masuk surga itu?’ Beliau menjawab, ‘Mereka adalah Al-Jama’ah‘.” (HR. Ibnu Majah, Abu Daud, dishahihkan Syaikh Al Albani). Dalam riwayat lain para sahabat bertanya,’Siapakah mereka wahai Rasulullah?‘ Beliau menjawab,‘Orang yang mengikuti jalan hidupku dan para sahabatku.‘ (HR. Tirmidzi)

    • Sebagaimana dijelaskan di dalam Kitab Majma’ Az-Zawaid wa Manba’ Al-Fawaid karya Al-Hafizh Nuruddin Ali bin Abu Bakar bin Sulaiman Al-Haitsami Al-Mishri pentahqiq Muhammad Abdul Qadir Ahmad ‘Atho penerbit Darr Al-Kutub Al-Ilmiah Beirut Libanon cetakan pertama 2001/1422 H juz 6 hal. 241-242 sbb:

      10400 – وعن أبي سعيد الخدري أن أبا بكر الصديق جاء إلى النبي صلى الله عليه و سلم فقال : يا رسول الله إني بواد كذا وكذا فإذا رجل متخشع حسن الهيئة يصلي . فقال له النبي صلى الله عليه و سلم : ” اذهب فاقتله ” . ص . 336
      قال : فذهب إليه أبو بكر فلما رآه على تلك الحال كره أن يقتله فرجع إلى رسول الله صلى الله عليه و سلم فقال النبي صلى الله عليه و سلم لعمر : ” اذهب فاقتله ” . فذهب عمر فرآه على الحال الذي رآه أبو بكر فرجع فقال : يا رسول الله إني رأيته يصلي متخشعا فكرهت أن أقتله . قال : ” يا علي اذهب فاقتله ” . فذهب علي فلم يره فرجع علي فقال : يا رسول الله إني لم أره . قال : فقال النبي صلى الله عليه و سلم : ” إن هذا وأصحابه يقرؤون القرآن لا يجاوز تراقيهم يمرقون من الدين كما يمرق السهم من الرمية ثم لا يعودون فيه حتى يعود السهم في فوقه فاقتلوهم هم شر البرية ” رواه أحمد ورجاله ثقات

      10400- Dari Abu Said Al-Khudzri, sesungguhnya Abu Bakar As-Siddiq datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, ‘Ya Rasulullah, sesungguhnya aku dilembah itu dan itu, maka seketika ada seorang lelaki sedang dalam keadaan khusyu’ shalat.’ Maka bersabdalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepadanya, “Pergilah dan bunuhlah dia.” Berkata (Abu Sa’id Al-Khudzri), maka pergilah Abu Bakar dan ketika dia melihnya dalam keadaan itu (sedang shalat) maka Abu Bakar enggan membunuhnya dan kembali kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka bersabdalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Umar bin Khathab, “Pergilah dan bunuhlah dia.” Maka pergilah Umar bin Khathab, ketika dia melihnya dalam keadaan seperti itu (sedang shalat) sebagaimana yang dilihatnya oleh Abu Bakar maka dia kembali dan berkata, ‘Ya Rasulullah, aku melihatnya dia sedang khusyu’ shalat, maka aku enggan membunuhnya.’ Nabi bersabda, “Hai Ali, pergi dan bunuhlah dia.” Maka pergilah Ali dan tidak melihatnya kemudian Ali pulang dan berkata, ‘Wahai Rasulullah aku tidak melihatnya.’ Berkata (Abu Sa’id Al-Khudzri) maka Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya ini (orang) dan teman-temannya mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya kemudian mereka tidak akan kembali didalamnya sehingga anak busur bisa kembali ketempatnya, maka BUNUHLAH (PERANGILAH) MEREKA, mereka adalah SEJELEK-JELEK CIPTAAN (manusia).” (HR. Ahmad dan rijalnya kuat) [Majma’ Az-Zawaid juz 6 hal. 241]

      10401 – وعن أنس بن مالك قال : كان رجل على عهد رسول الله صلى الله عليه و سلم يغزو مع رسول الله صلى الله عليه و سلم فإذا رجع وحط عن راحلته عمد إلى مسجد الرسول فجعل يصلي فيه فيطيل الصلاة حتى جعل أصحاب رسول الله صلى الله عليه و سلم يرون أن له فضلا عليهم فمر يوما ورسول الله صلى الله عليه و سلم قاعد في أصحابه فقال له بعض أصحابه : يا رسول الله هو ذاك الرجل فإما أرسل إليه نبي الله صلى الله عليه و سلم وإما جاء من قبل نفسه فلما رآه رسول الله صلى الله عليه و سلم مقبلا قال : ” والذي نفسي بيده إن بين عينيه سفعة من الشيطان ” . فلما وقف على المجلس قال له رسول الله صلى الله عليه و سلم : ” أقلت في نفسك حين وقفت على المجلس : ليس في القوم خير مني ؟ ” . قال : نعم ثم انصرف فأتى ناحية من المسجد فخط خطا برجله ثم صف كعبيه فقام يصلي فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ” أيكم يقوم إلى هذا فيقتله ؟ ” . فقام أبو بكر فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ” أقتلت الرجل ؟ ” . فقال : وجدته يصلي فهبته . ص . 337
      فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ” أيكم يقوم إلى هذا فيقتله ؟ ” . فقال عمر : أنا . وأخذ السيف فوجده يصلي فرجع . فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم لعمر : ” أقتلت الرجل ؟ ” . فقال : يا رسول الله وجدته يصلي فهبته . فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم : أيكم يقوم إلى هذا فيقتله ؟ ” . قال علي : أنا قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ” أنت له إن أدركته ” . فذهب علي فلم يجده قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ” أقتلت الرجل ؟ ” . قال : لم أدر أين سلك من الأرض . فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ” إن هذا أول قرن خرج في أمتي ” . قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ” لو قتلته – أو قتله – ما اختلف في أمتي اثنان إن بني إسرائيل تفرقوا على إحدى وسبعين فرقة وإن هذه الأمة – يعني أمته – ستفترق على ثنتين وسبعين فرقة كلها في النار إلا فرقة واحدة ” . قلنا : يا نبي الله من تلك الفرقة ؟ قال : ” الجماعة “
      قال يزيد الرقاشي : فقلت لأنس : يا أبا حمزة فأين الجماعة ؟ قال : مع أمرائكم مع أمرائكم
      رواه أبو يعلى . ويزيد الرقاشي ضعفه الجمهور وفيه توثيق لين وبقية رجاله رجال الصحيح
      وقد صح قبله حديث أبي بكرة وأبي سعيد

      10401- Dari Anas berkata : Ada seorang lelaki pada zaman Rasulullah berperang bersama Rasulullah dan apabila kembali (dari peperangan) segera turun dari kenderaannya dan berjalan menuju masjid nabi melakukan shalat dalam waktu yang lama sehingga kami semua terpesona dengan shalatnya sebab kami merasa shalatnya tersebut melebihi shalat kami, dan dalam riwayat lain disebutkan kami para sahabat merasa ta’ajub dengan ibadahnya dan kesungguhannya dalam ibadah, maka kami ceritakan dan sebutkan namanya kepada Rasulullah, tetapi rasulullah tidak mengetahuinya, dan kami sifatkan dengan sifat-sifatnya, Rasulullah juga tidak mengetahuinya, dan tatkala kami sednag menceritakannya lelaki itu muncul dan kami berkata kepada Rasulullah: Inilah orangnya ya Rasulullah. Rasulullah bersabda : ”Sesungguhnya kamu menceritakan kepadaku seseorang yang diwajahnya ada tanduk syetan. Maka datanglah orang tadi berdiri di hadapan sahabat tanpa memberi salam. Kemudian Rasulullah bertanya kepada orang tersebut : ” Aku bertanya kepadamu, apakah engkau merasa bahwa tidak ada orang yang lebih baik daripadamu sewaktu engkau berada dalam suatu majlis. ” Orang itu menjawab: Benar”. Kemudian dia segera masuk ke dalam masjid dan melakukan shalat dan dalam riwayat kemudian dia menuju tepi masjid melakukan shalat, maka berkata Rasulullah: ”Siapakah yang akan dapat membunuh orang tersebut ? ”. Abu Bakar segera berdiri menuju kepada orang tersebut, dan tak lama kembali. Rasul bertanya : Sudahkah engkau bunuh orang tersebut? Abu Bakar menjawab : ”Saya tidak dapat membunuhnya sebab dia sedang bersujud ”. Rasul bertanya lagi : ”Siapakah yang akan membunuhnya lagi? ”. Umar bin Khattab berdiri menuju orang tersebut dan tak lama kembali lagi. Rasul berkata: ”Sudahkah engkau membunuhnya ? Umar menjawab: ”Bagaimana mungkin saya membunuhnya sedangkan dia sedang sujud”. Rasul berkata lagi ; Siapa yang dapat membunuhnya ?”. Ali segera berdiri menuju ke tempat orang tersebut, tetapi orang terebut sudah tidak ada ditempat shalatnya, dan dia kembali ke tempat nabi. Rasul bertanya: Sudahkah engkau membunuhnya ? Ali menjawab: ”Saya tidak menjumpainya di tempat shalat dan tidak tahu dimana dia berada. ” Rasulullah saw melanjutkan: ”Sesungungguhnya ini adalah tanduk pertama yang keluar dari umatku, seandainya engkau membunuhnya, maka tidaklah umatku akan berpecah. Sesungguhnya Bani Israel berpecah menjadi 71 kelompok, dan umat ini akan terpecah menjadi 72 kelompok, seluruhnya di dalam neraka kecuali satu kelompok ”. Sahabat bertanya : ” Wahai nabi Allah, kelompk manakah yang satu itu? Rasulullah menjawab : ”Al Jama’ah”. (Majma’ Az-Zawaid juz 6 hal. 242). Wallahu a’lam

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s